Rabu, 26 Desember 2012

Issue etik dalam pelayanan Kebidanan


ISU ETIK DAN MORAL DALAM PELAYANAN KESEHATAN




A.  Issue Etik dalam Pelayanan Kebidanan
- Isu adalah topik yang menarik untuk didiskusikan dan sesuatu yang memungkinkan setiap orang mempunyai pendapat.
Pendapat yang timbul akan bervariasi, isu muncul dikarenakan perbedaan nilai-nilai dan kepercayaan.
- Etik merupakan bagian dari filosofi yang berhubungan erat dengan nilai manusia dalam menghargai suatu tindakan, apakah benar atau salah dan apakah penyelesaiannya baik atau buruk (Jones, 1994).

Dalam praktek kebidanan seringkali bidan dihadapkan pada permasalahan yang dilematis, artinya pengambilan keputusan sulit berkenaan dengan etik.
Dilema muncul karena terbentur pada konflik moral, pertentangan batin atau pertentangan antara nilai2 yang diyakini bidan dengan kenyataan yang ada.
Beberapa permasalahan pembahasan etik dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut:
1.     Persetujuan dalam proses melahirkan
2.    Memilih atau mengambil keputusan dalam persalianan
3.    Kegagalan dalam proses persalinan
4.    Pelaksanaan USG dalam kehamilan
5.    Konsep normal pelayanan kebidanan
6.    Bidan dan pendidikan sex

Beberapa masalah etik yang berhubungan dengan teknologi:
1.     Perawatan intensif pada bayi
2.    Skreening bayi
3.    Transplantasi organ
4.    Tehnik reproduksi dalam kebidanan

Etik berhubungan erat dengan profesi yaitu:
1.     Pengambilan keputusan dan penggunaan etik
2.    Otonomi bidan dan kode etik professional
3.    Etik dalam penelitian kebidanan
4.    Penelitian tentang masalah kebidanan yang sensitif

Beberapa contoh mengenai isu etik dalam pelayanan kebidanan, adalah berhubungan dengan:
1.     Agama/kepercayaan
2.    Hubungan dengan pasien
3.    Hubungan dokter dengan bidan
4.    Kebenaran
5.    Pengambilan keputusan



6.    Pengambilan data
7.    Kematian
8.    Kerahasiaan
9.    Aborsi
10. AIDS
11.  In-Vitro fertilization

Isu adalah masalah pokok yang berkembang di suatu masyarakat atau suatu lingkungan yang  belum tentu benar, yang membutuhkan pembuktian.

Bidan dituntut berperilaku hati-hati dalam setiap tindakannya dalam memberikan asuhan kebidanan dengan menampilkan perilaku etis profesional.


B.  Issue Moral
Isu moral adalah merupakan topik yang penting berhubungan dengan benar dan salah dalam kehidupan sehari-hari, sebagai contoh nilai-nilai yang berhubungan dengan kehidupan orang sehari hari menyangkut kasus abortus, euthanasia, keputusan untuk terminasi kehamilan.
Isu moral juga berhubungan dengan kejadian luar biasa dalam kehidupan sehari-hari, seperti menyangkut konflik, perang, dsb.

C.  Dilema dan Konflik Moral
Dilema moral adalah suatu keadaan dimana dihadapkan pada 2 alternatif pilihan, yang kelihatannya sama atau hampir sama dan membutuhkan pemecahan masalah.
Banyak kasus  yang timbul dalam masyarakat dapat menimbulkan permasalahan bgi tenaga medis. Permasalahan itu mengakibatkan dilema dalam tinadakan profesi, karena apabila tenaga medis melakukan tindakan yang tidak disetujui oleh klien ataupun di luar wewenangnya, hal ini akan dapat  mempengaruhi moral yang mengakibatkan tindakan melanggar hukum.
Dilema moral yang dihadapi seorang bidan dipengaruhi oleh kode etik profesi dengan batasan-batasan yang menegaskan  garis kewenangannya. Kode etik kebidanan sebenarnya tidak menimbulkan dilema,  karena di satu sisi bidan diminta untuk meningkatkan dan menjaga kesehatan klien serta berusaha untuk memenuhi  kebutuhan klien, namun bidan juga harus menjamin bahwa tindakannya tidak akan membahayakan klien.
Ketika mencari solusi harus mengingat akan tanggung jawab profesional yaitu:
1.     Tindakan selalu ditujukan untuk peningkatan kenyamanan, kesejahteraan klien (keselamatan jiwa).
2.    Menjamin bahwa tidak ada tindakan yang menghilangkan sesuatu bagian (omission), disertai rasa tanggung jawab, memperhatikan kondisi dan keamanan klien. Serta menghargai hak-hak klien.



Menurut Beauchamp and Childress ada 2 bentuk dilema moral:
1.     Bila alternatif tindakan sama kuat
Terdapat alasan yang sama kuat untuk melakukan tindakan atau tidak melakukan tindakan.
Ex.: episiotomi
2.    Bila alternatif tindakan tidak sama kuat
Satu tindakan dianggap “benar” dan tindakan lain dianggap “salah”.
Ex.: seorang remaja yang hamil karena pergaulan bebas ingin menggugurkan kandungannya.

Bagaimana kita menghadapi  dilema?
Yaitu  menyelesaikannya dengan menggunakan  teori-teori etika dan teori pengambilan keputusan dalam pelayanan kebidanan.
Konflik moral adalah suatu proses ketika dua pihak atau lebih berusaha memaksakan tujuannya dengan cara menggagalkan tujuan yang ingin dicapai pihak lain.
Konflik moral tidaklah sama dengan dilema. Kenyataannya konflik moral terjadi karena perbedaan antara  prinsip moral antar individu. Konflik moral mendasari dilema moral.
Ada 2 tipe konflik (Johnson):
1.     Konflik pada prinsip yang sama.
Ex.: Bila seorang bidan berprinsip menjunjung tinggi autonomi, autonomi siapa yang ia perjuangkan? Autonomi bidan atau autonomi klien?
Keduanya memiliki  kedudukan dan kepentingan yang sama, sehingga sering kali menimbulkan konflik bagi bidan.
2.    Konflik dalam prinsip yang berbeda
Ex.: Dalam kasus ibu yang menolak episiotomi, bidan memiliki konflik antara kewajiban untuk menghargai hak hidup janin sekaligus menghargai autonomi dan keinginan ibu.

Penyebab munculnya konflik:
1.     Berusaha mencapai tujuan dengan cara memuaskan kebutuhan
2.    Mempertahankan nilai-nilai
3.    Memaksakan kepentingan
4.    Sumber daya yang tidak mencukupi
5.    Kurang atau ketiadaan komunikasi antara pihak-pihak berkonflik
6.    Kurangnya rasa percaya satu sama lain
7.    Saling tidak mengahargai hubungan
8.    Kekuasaan terpusat (tidak terbagi secara merata)
9.    Kesenjangan antara prinsip moral yang dianut dengan  situasi kenyataan yang dihadapi.








Contoh konflik moral:
a.    Aborsi
b.    BAyi tabung
c.    Sewa rahim
d.    Bank sperma
e.    Kloning

Untuk mengatasi konflik moral adalah dg cara:
Setiap pihak (nakes dan klien)  harus menyadari hak dan kewajibannya serta mampu menempatkan dirinya dalam porsi yang tepat.
Upaya yang dapat mempertemukan  kebutuhan kedua belah pihak tanpa merugikan salah satu pihak adalah melalui komunikasi interpersonal atau konseling (KIP/K) antara nakes dengan kliennya. Yang terwujud dalam informed choice dan informed concent.

-      Konflik adalah yang mendasari dilemma
-      Jika konflik tidak diselesaikan maka akan timbul dilemma.
-      Konflik-----à pertentangan
-      Contoh konflik:
Pasien yang menderita penyakit tertentu harus dirujuk tetapi pasien tersebut tidak mempunyai biaya.
-      Contoh dilema:
Ibu hamil yang menderita suatu penyakit dihadapkan pada 2 pilihan, yaitu bayi dilahirkan spontan dengan resiko ibu akan meninggal, pilihan yang kedua bayi digugurkan denagn harapan agar ibu bisa selamat.

Kerangka pengambilan keputusan dalam asuhan kebidanan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1.     Bidan harus mempunyai responbility dan accountability.
2.    Bidan harus menghargai wanita sebagai individu dan melayani denagn rasa hormat.
3.    Pusat perhatian pelayanan bidan adalah safety and wellbeing mother.
4.    Bidan berusaha menyokong  pemahaman ibu tentang kesejahteraan dan menyatakan pilihannya pada pengalaman pada situasi yang aman.
5.    Sumber proses pengambilan keputusan dalam kebidanan adalah: knowledge, ajaran intrinsik, kemampuan berfikir kritis, kemampuan membuat keputusan klinis yang logis.













Keberagaman pendapat yang mengarah pada dilema moral.

Isu Moral

Masyarakat
Individu a

Individu b

dst

Opini a

Opini b

dst

Konflik Moral
Dilema Moral


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar